Buntut Ledakan Petasan di Kaliangkrik Magelang Ganjar Minta Warga Tak Main Merconmerconan Lagi


Berikut adalah artikel atau berita yang terjadi di nasional dengan judul Buntut Ledakan Petasan di Kaliangkrik Magelang Ganjar Minta Warga Tak Main Merconmerconan Lagi yang telah tayang di pkv1qq.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di falma.u99@gmail.com, Terimakasih.

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat memberikan arahan kepada peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXV 2023 yang diadakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta – Insiden ledakan bahan petasan┬ádi Desa Junjungan, Giriwarno, Kaliangkrik, Magelang, pada Minggu (26/3/2023) malam mendapat perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia akibat dari ledakan.

Ganjar Pranowo meminta agar masyarakat untuk tidak menyalakan mercon pada bulan suci Ramadan. Hal ini menjadi imbauan dari Ganjar setelah insiden ledakan bahan petasan di Kaliangkrik yang terdapat korban jiwa.

“Kalau bukan industri yang resmi itu kan berbahaya. Jangan pakai itu mercon-merconan dulu,” katanya, Selasa (28/3/2023).

Menurut Ganjar, kepolisian sudah memproses kejadian tersebut dan mengamankan tempatnya. “Kepolisian sudah memproses, dan betul mesti dilakukan penanganan lebih serius lagi,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, ledakan bahan petasan tersebut terjadi pada Minggu (26/3/2023) pukul 20.00 WIB. Terdapat satu orang tewas dan tiga di antaranya mengalami luka-luka.

Dampak dari ledakan juga terlihat merusak belasan rumah yang ada di sekitar lokasi kejadian. Pihak kepolisian pun telah memeriksa lokasi kejadian dan terlihat sejumlah rumah mengalami rusak yang serius pada bagian atapnya.

Adapun satu korban tewas merupakan pemilik rumah dan tiga korban luka-luka sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Melalui olah tempat kejadian perkara insiden ledakan terjadi dari sumber bahan petasan.

Pihak kepolisian mengungkapkan, dari keterangan para saksi, korban memesan bahan petasan dengan berat 7,5 kilogram.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi juga menegaskan jika tidak akan membiarkan terjadinya penyalahgunaan dan peredaran bahan peledak berbahaya. Seluruh ditreskrimum dan polres sudah melakukan upaya guna menindak hal tersebut.

Masyarakat pun diimbau untuk menjaga ketentraman di bulan suci Ramadan ini terutama untuk tidak bermain petasan apalagi memproduksinya. Adapun masyarakat yang melanggar dapat terkena sanksi berdasarkan dari UU Darurat Tahun 1951.

Ledakan keras diduga dari petasan terjadi di di Sadeng, Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Minggu (19/2) malam. Akibatnya satu rumah Satu rumah rata dengan tanah dan puluhan lainnya rusak berat.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih.

falma.u99@gmail.com

falma.u99@gmail.com