Kesaksian Sariman Saat Perampokan di Cilacap Pelaku Ancam Warga Dengan Pistol Ini Urusan Keluarga


Berikut adalah artikel atau berita yang terjadi di nasional dengan judul Kesaksian Sariman Saat Perampokan di Cilacap Pelaku Ancam Warga Dengan Pistol Ini Urusan Keluarga yang telah tayang di pkv1qq.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Sariman, saksi mata perampokan disertai penembakan di sebuah toko yang terjadi di Desa Kaliwungu, Kedungreja, Cilacap mengungkap detik-detik peristiwa menegangkan itu terjadi.

Perampok bersenjata api beraksi pada siang hari sekira pukul 14.30 WIB, Senin (27/3/2023).

Aksi perampokan itu seletika viral setelah video yang berdurasi 2 menit 50 detik itu beredar di sosial media.

Baca juga: Lihat Aksi Perampokan Berpistol di Kedungreja Cilacap, Sariman : Saya Takut Lari Ke Belakang

Baca juga: Perampokan Bersenjata di Cilacap, 2 Korban Tembak Harus Operasi, Keluarga Trauma Orang Berompi Hitam

Dalam video, tiga pelaku melakukan aksi penganiayaan dan penembakan terhadap dua korban yakni pemilik toko Nasirun dan tetangganya, Gunawan.

Sebelumnya ketiga pelaku sudah merampas uang kurang lebih Rp100 juta dari brangkas milik Nasirun beserta dua buah ponsel dan DVD CCTV.

Sementara itu saat kejadian, disekitar lokasi terpantau sepi dan jalanan juga lengang.

Salah satu saksi mata, Sariman kepada mengatakan bahwa saat kejadian, ia sama sekali tidak berani mendekat untuk menolong korban karena takut.

Telebih para pelaku membawa senjata di tangannya.

“Warga ngga ada yang berani, orang dia pegang pistol.  Pada takut semua, saya aja lari ke belakang, takut kena juga,” katanya, Selasa (28/3).

Diketahui para pelaku juga sempat mengancam para warga yang ada di lokasi kejadian.

Pelaku menodongkan pistol sambil memberi peringatan agar warga tidak ikut campur dalam aksinya itu.

“Sempet ngancem warga, katanya sih jangan ikut campur ini urusan keluarga. Sambil nodongkan senjata jadi ngga ada yang berani, orang yang satu itu berani (Gunawan) tapi kena pistol juga,” jelasnya.

Lebih lanjut disebutkan Sariman bahwa warga berani mendekati korban setelah para pelaku  benar-benar meninggalkan lokasi.

Saat itu kedua korban sudah terkapar di jalan aspal didepan toko dengan luka tembak pada bagian kaki.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih.