Polda Papua Bantah Warga Yahukimo Mengungsi Penerbangan Masih Lumpuh


Berikut adalah artikel atau berita yang terjadi di nasional dengan judul Polda Papua Bantah Warga Yahukimo Mengungsi Penerbangan Masih Lumpuh yang telah tayang di pkv1qq.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

Sebelumnya, Benny menjelaskan, sebanyak 261 warga memang berangkat dari Bandara Nop Goliat, Yahukimo menuju Jayapura pada Kamis (16/3/2023) siang. Ratusan warga ini menumpang pesawat Hercules milik TNI AU karena tidak adanya penerbangan komersial.

Sebagian warga ini, ia melanjutkan, keluar dari Yahukimo menuju Jayapura karena keperluan yang mendesak. Mulai dari pekerjaan, tuntutan pendidikan, dan beragam keperluan lainnya. Warga lalu menumpang pesawat milik TNI AU karena terhentinya penerbangan komersial.

Menurut Benny, selain jalur udara, akses lain untuk keluar dari Yahukimo adalah melalui jalur sungai. Jalur ini membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk tiba di Kabupaten Asmat. Perjalanan juga bergantung pada kondisi pasang surut sungai.

”Tidak semua warga meninggalkan Yahukimo karena takut dengan adanya situasi keamanan, tetapi mereka memang ada urusan yang perlu diselesaikan sehingga menunggu pesawat Hercules sebagai moda transportasi udara,” ungkap Benny.

DOKUMENTASI HUMAS POLDA PAPUA

Tampak bagian Pesawat Trigana Air Boeing 737-500 yang ditembaki kelompok kriminal bersenjata saat lepas landas dari Bandara Nop Goliat Deikai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Sabtu (11/3/2023).

Terkait kondisi keamanan di wilayah ini, Benny menambahkan, situasi mulai kondusif dan terjaga. Terlebih lagi, sebanyak 40 personel Brimob dan 20 persenel TNI telah tiba di Yahukimo untuk membantu penjagaan keamanan.

Rulan Kabak, salah seorang warga mengatakan, sejauh ini memang tidak ada lokasi pengungsian warga dari hasil pantauannya di Deikai, ibu kota Yahukimo. Sementara ratusan warga yang menuju Jayapura dengan Hercules karena tidak adanya layanan penerbangan komersial pasca-penembakan pesawat Trigana Air saat lepas landas dari Bandara Nop Goliat pada 9 Maret 2023.

Meski begitu, ia mengungkapkan, aktivitas para pelajar pun masih diliburkan oleh Pemda Yahukimo. Kebijakan ini diambil karena gangguan keamanan yang tidak kondusif dan pembakaran sejumlah sekolah di Deikai.

Baca Juga: Pesawat Trigana Ditembak KKB Saat Lepas Landas, Satu Penumpang Terluka

Sebelumnya terjadi pembakaran satu sekolah dasar di Deikai pada Minggu (12/3/2023). Kemudian terjadi aksi pembakaran SMP Negeri 2 Deikai pada Kamis (16/3/2023). Polisi telah menangkap dua orang yang terkait pembakaran SMP Negeri 2 Deikai.

Negara harus bertanggung jawab memastikan warga Yahukimo dapat beraktivitas dengan aman dan keselamatannya terjamin. (Yan Christian Warinussy)

Situasi keamanan di Yahukimo bergolak lebih dari sebulan terakhir. Sebelum terjadi pembakaran sekolah, terjadi empat aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak di Deikai. Aksi pertama adalah penyerangan yang menewaskan Hamid, penjual makanan pada 20 Februari 2023.

Selang beberapa minggu kemudian, KKB terlibat penembakan Komandan Distrik Militer 1715/Yahukimo Letnan Kolonel Inf Johanis Victorianus Tethool dan tiga prajurit di Distrik Deikai pada 1 Maret 2023. Johanis bersama dua anggotanya mengalami luka berat dan satu anggota, yakni Prajurit Satu Lukas Warobai, gugur dalam peristiwa ini. Setelah itu KKB menembak mati dua warga yang sedang melintas dengan sepeda motor di Poros Logpond, Distrik Deikai, pada Rabu (8/3/2023). Salah seorang korban masih berstatus pelajar SMA.

HUMAS POLRES YAHUKIMO

Penyidik Polres Yahukimo melakukan olah tempat kejadian perkara kejadian terbakarnya Sekolah Dasar YPK Metanoia di Distrik Deikai, ibu kota Yahukimo, Senin (13/3/2023).

Terakhir, KKB menembaki pesawat Trigana Air yang mengangkut 66 penumpang saat lepas landas dari Bandar Udara Nop Goliat, Kabupaten Yahukimo, menuju Jayapura pada Sabtu (11/3/2023). Terdapat lubang di bagian bawah pesawat dan seorang penumpang terluka dalam insiden ini.

Juru bicara Jaringan Damai Papua, Yan Christian Warinussy, menilai, situasi keamanan di Papua Pegunungan pascapemekaran dari Papua pada tahun lalu semakin tidak kondusif. Warga sipil di sejumlah daerah, seperti Yahukimo, terus menjadi korban dalam aksi kekerasan.

”Negara harus bertanggung jawab memastikan warga Yahukimo dapat beraktivitas dengan aman dan keselamatannya terjamin. Diperlukan upaya penegakan hukum yang tegas dan terukur untuk menghentikan aksi serangan terhadap pesawat dan warga sipil,” kata Yan.

Baca Juga: Gangguan Keamanan, Sekolah di Deikai, Yahukimo, Diliburkan

Kepala Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua Frits Ramandey menyampaikan rasa prihatin atas kondisi gangguan keamanan yang terus terjadi di sejumlah daerah di Papua selama dua bulan terakhir. Ia menilai, konflik masih terjadi karena belum adanya kesadaran bersama untuk menghentikan aksi kekerasan dengan cara yang damai.

Dihubungi terpisah, Bupati Yahukimo Didimus Yahuli dan Wakil Bupati Yahukimo Esau Miram kompak tidak menjawab panggilan dan pertanyaan yang dikirimkan.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih.