Film Anak Titipan Setan Jadi Debut Gisel di Genre Horor Angkat Cerita Pesugihan Jaran Penoleh


Berikut adalah artikel atau berita yang terjadi di nasional dengan judul Film Anak Titipan Setan Jadi Debut Gisel di Genre Horor Angkat Cerita Pesugihan Jaran Penoleh yang telah tayang di pkv1qq.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

Gisella Anastasia (tengah)

Liputan6.com, Medan Semarak film horor Indonesia masih terus berlanjut. Di awal 2023, setiap pekannya akan ada minimal 1 film horor yang menghiasi layar bioskop hingga akhir Januari. Salah satunya film Anak Titipan Setan yang tayang 12 Januari 2023.

Anak Titipan Setan menjadi ajang kembalinya Gisella Anastasia di panggung layar lebar setelah beberapa tahun vakum. Kembalinya aktris yang akrab disapa Gisel ini terasa lebih spesial lagi, sebab Anak Titipan Setan menjadi debut film horor Gisel setelah sebelumnya banyak bermain di genre drama.

“Ini kesempatan luar biasa untuk belajar lagi, karena pasti bermain di film drama akan berbeda dengan horor. Apalagi aku bisa mendapat kesempatan bermain dengan lawan main yang lebih berpengalaman,” kata Gisel, saat sesi wawancara dengan media di Cinepolis Plaza Medan Fair, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (15/1/2023).

Selain Gisella Anastasia, film Anak Titipan Setan juga dibintangi oleh Ingrid Widjanarko dan Annisa Hertami serta aktor berbakat Yogyakarta, seperti Ibnu Gundul, Soeyik, Nano Asmorodono dan memperkenalkan pemain cilik Gabriel Bivolaru.

Sebagai aktris senior yang sudah berakting di beberapa film bergenre horor, pengalaman bekerja sama sutradara Erwin Arnada bukanlah yang pertama bagi Ingrid. Pengalaman inilah yang memudahkan Ingrid dalam memerankan karakter Eyang Susana di film Anak Titipan Setan.

“Saya sudah beberapa kali bekerja sama Erwin Arnada di film Nini Thowok tahun 2018. Kedekatan itulah yang semakin meningkatkan kepercayaan diri saya agar bisa memerankan karakter Eyang Susana dengan baik. Erwin Arnada sosok yang tegas, namun santai. Dia sangat paham dalam memberikan intruksi maupun arahan sesuai kondisi di lokasi syuting,” ungkap Ingrid.

**Liputan6.com bersama BAZNAS bekerja sama membangun solidaritas dengan mengajak masyarakat Indonesia bersedekah untuk korban gempa Cianjur melalui transfer ke rekening:

1. BSI 900.0055.740 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

2. BCA 686.073.7777 atas nama BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Animo besar masyarakat Indonesia terhadap film horor membuat film-film yang bisa membuat bulu kuduk merinding ini laku keras di pasaran, lima tahun belakangan ini. Mulai dari “Pengabdi Setan”, “Jailangkung” (2017), “Suzanna: Bernapas dalam Kubur” (2…

Aktris Berbakat Yogyakarta

Gisel dalam film Anak Titipan Setan. (Foto: Dok. Jaman Studio)

Di film Anak Titipan Setan ini, tak hanya lokasi syuting yang diambil di Yogyakarta, namun juga menampilkan sederet aktor dan aktris berbakat Yogyakarta, salah satunya adalah Annisa Hertami. Annisa yang sudah berakting di belasan film, diberi kepercayaan memerankan karakter Sari di film ini memiliki tantangan tersendiri.

“Karakter Sari adalah karakter yang menarik. Selain reading, pendalaman karakternya aku juga mencari referensi dari film lain serta mengobservasi lingkungan sekitar aku. Di film ini aku sangat senang karena bisa mengeksplorasi banyak hal. Salah satunya adalah penemuan gestur yang aku temukan dan temuan aku tersebut disetujui oleh Erwin Arnada selaku sutradara,” cerita Annisa, dalam keterangan tertulis diperoleh Liputan6.com.

Film ini kolaborisasi Production House (PH) Jaman Studio, Maxstream, MediaHub, dengan Perum Produksi Film Negara (PFN). Melalui model Financing Film antara off taker Maxstream via MediaHub dengan PFN sebagai Financing Film Company, membuat film yang sedang digemari masyarakat Indonesia, yaitu film bergendre horor.

Rori Hastomo, mewakili Direktur Utama Perum PFN, Dwi Heriyanto B, mengatakan, kolaborasi antara PFN dengan Maxstream ini merupakan titik awal dari tahap transisi PFN yang dulunya memproduksi sebuah film dan sekarang menjadi suatu lembaga negara pembiayaan film.

“Harapannya ekosistem perfilman di Indonesia dapat semakin maju dalam memberikan kontribusi di dunia hiburan, pendidikan, budaya dan sosial khususnya untuk masyarakat Indonesia. Serta mewujudkan ide-ide kreatif di kalangan perfilman,” sebutnya.

Hal ini menjadikan Anak Titipan Setan merupakan film dengan konsep matching fund antara BUMN yaitu PFN, Maxstream dan MediaHub bekerjasama dengan production house dalam pendanaanya.

Tidak hanya Anak Titipan Setan, kedepannya PFN berkomitmen untuk membiayai 10 film lainnya secara matching fund bersama BUMN dan production house. Hal ini sebagai wujud nyata BUMN dalam mendorong ekosistem perfilman Indonesia.

Anak Titipan Setan bercerita mengenai Putri, diperankan Gisella Anastasia, yang harus kembali ke kampung halamannya setelah mengetahui ibunya jatuh sakit. Putri yang pulang membawa anaknya pun harus menemui kenyataan bahwa sang Ibu, Susana telah bersekutu dengan iblis Jaran Penoleh.

Putri pun mau tidak mau harus mengungkap misteri keluarga ini sebelum terjadi masalah yang lebih besar.

Terinspirasi Kisah Nyata

Film Anak Titipan Setan (Istimewa)

Erwin Arnada selaku pemilik cerita asli sekaligus sutradara dan penulis skenario menjelaskan, cerita utama dalam film Anak Titipan Setan terinspirasi dari kisah nyata yang dia temui saat melakukan liputan jurnalistik di daerah Jawa Tengah pada tahun 1994-1995.

“Ketika melakukan liputan di daerah Solo-Magetan, saya mendengar cerita tentang jaran penoleh, satu cara pesugihan dengan tumbal berat, yaitu menumbalkan keluarga atau anak cucunya setiap 10 tahun sekali. Karena tumbal yang berat inilah, cara pesugihan ini kurang begitu populer. Keunikan cerita ini disetujui PFN untuk diangkat ke layar lebar bekerja sama Jaman Studio,” jelas Erwin Arnada, dalam keterangan tertulis diperoleh Minggu (15/1/2023).

Jaman Studio yang menjadi rekanan PFN pun mengakui jika cerita mengenai Jaran Penoleh ini sangat menarik, bahkan belum pernah diangkat ke dalam layar lebar.

“Kami berharap film Anak Titipan Setan akan diterima baik oleh khalayak penonton film Nasional yang tergambarkan dalam capaian box office dalam penayangannya dan film Anak Titipan Setan ini menjadi pengingat bahwa bersekutu dengan kuasa gelap bukanlah jalan keluar yang tepat,” ujar Soemijato Muin, selaku Executive Producer Jaman Studio.

Selain memiliki cerita yang menarik karena mengangkat cerita yang tergolong segar di perfilman Indonesia, Anak Titipan Setan menghabiskan waktu pengambilan gambar 17 hari di sebuah desa kecil bernama Desa Minggir di pinggiran Kota Yogyakarta, bertempat di daerah cagar budaya rumah Joglo yang sudah dibangun sejak tahun 1980-an.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih.