Kunjungi SpaceXBoeing Menkominfo Cek Satelit BackUp Satria


Berikut adalah artikel atau berita yang terjadi di nasional dengan judul Kunjungi SpaceXBoeing Menkominfo Cek Satelit BackUp Satria yang telah tayang di pkv1qq.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat untuk memastikan kemajuan pembuatan satelit di Boeing, SpaceX, dan Hughes Network System.

Selain mengunjungi Boeing, SpaceX dan Hughes Network System, Menkominfo juga bertemu dengan Qualcomm, Cisco, Maxar, dan Meta, demikian dilansir dari keterangan tertulis Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (25/7/2022)

Boeing adalah perusahaan manufaktur satelit untuk proyek Hot Backup Satellite (HBS) Indonesia, sedangkan SpaceX bakal menyediakan roket untuk meluncurkan (rocket launcher) satelit tersebut ke orbit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun, Hughes Network System perusahaan yang menyediakan solusi broadband bagi satelit dengan teknologi High Throughput Satellite
(HTS) yang digunakan HBS

Kunjungan kali ini Menkominfo didampingi Direktur Utama badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo Anang Latif, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Usman Kansong.

Pada Maret lalu, BAKTI Kominfo telah menandatangani kontrak proyek HBS dengan pemenang lelang Konsorsium Nusantara Jaya. mereka merupakan gabungan dari beberapa perusahaan, yaitu PT Satelit Nusantara Lima, PT DSST Mas Gemilang, PT Pasifik Satelit Nusantara dan PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera.

Direktur Utama BAKTI Anang Latif menjelaskan ada beberapa alasan pentingnya pengembangan proyek HBS ini. HBS dipilih dalam rangka menyediakan dukungan cadangan untuk memitigasi segala risiko yang mungkin terjadi pada satelit Satria-1.

Selain memiliki fungsi utama sebagai cadangan bagi SATRIA-1, penyediaan HBS bertujuan untuk menambah kecepatan internet dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Proyek pembuatan HBS berlangsung sejak 19 Oktober 2021 ketika Kemenkominfo melalui BAKTI melaksanakan pengadaan dengan berpedoman pada Peraturan Direktur Utama BAKTI Nomor 4 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengadaan Barang/Jasa Penyediaan Hot Backup Satellite untuk Transformasi Digital.

Program HBS direncanakan memulai konstruksinya tahun 2022 ini dan akan diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2023. Diharapkan pada kuartal keempat tahun 2023 sudah dapat beroperasi melayani masyarakat.

[Gambas:Video CNBC]

Internet Starlink Besutan Elon Musk Berpeluang Masuk RI?

(dem)


Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih.