Penyebab Selingkuh Menurut Gisel Kurang Pengetahuan dan Tidak Ada Fondasi tentang Tuhan


Berikut adalah artikel atau berita yang terjadi di nasional dengan judul Penyebab Selingkuh Menurut Gisel Kurang Pengetahuan dan Tidak Ada Fondasi tentang Tuhan yang telah tayang di pkv1qq.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

Apa saja faktor yang melatarbelakangi perselingkuhan menurut Gisel? (Sumber: Instagram/gisel_la)

Liputan6.com, Jakarta Gisella Anastasia atau Gisel, Nagita Slavina, dan Ashanty berbincang-bincang soal masalah rumah tangga salah satunya perselingkuhan. Awalnya, Gisel merasa terganggu dengan topik yang diangkat.

Seperti diketahui, Gisel pernah menghadapi kasus perselingkuhan saat masih berstatus sebagai istri dari Gading Marten. Meski awalnya keberatan, Gisel akhirnya bersedia berbagi cerita.

Dia menjelaskan faktor yang melatarbelakangi perselingkuhan seseorang dari pengalamannya pribadi. Dalam kasusnya, ada beberapa poin yang menjadi alasan.

“Faktor perselingkuhan itu kalau aku pribadi ditanya kenapa, karena aku dulu tidak tahu tentang banyak hal. Pengetahuannya kurang, fondasi tentang Tuhannya enggak ada. Aku dulu masih muda, enggak ngerti apa-apa,” tutur mantan kekasih Wijin itu dalam YouTube The Hermansyah A6, Senin (6/2/2023).

“Jadi semuanya dicari sendiri, dengan kekuatan sendiri, sehingga pas itu enggak berhasil lelah banget rasanya, karena waktu itu enggak ngerti,” sambungnya.

Gisella Anastasia Dan Wijin Bantah Isu Renggang!!! Ternyata Wijin Dan Gisel Siap Menikah!!! | Hot Kiss 2021

Iman

Gading dan Gisel.

Menurutnya, tingkat keimanan seseorang juga mempengaruhi. Apabila punya iman, maka permasalahan apa pun dalam rumah tangga dapat terlewati dengan baik. Tak akan sampai berselingkuh.

“Kalau dibilang faktor, di setiap hubungan pasti bermacam-macam, pasti ada aja kekurangannya, rintangannya, cuma seandainya kita punya fondasi kuat, pemahaman kuat, imannya kuat, pasti bisa lewat dengan baik. Tanpa ada perselingkuhan,” jelasnya.

Normalisasi Kesalahan

Terkadang, seseorang suka menormalisasi perbuatan yang salah. Dalam poin ini, seseorang biasanya merasa disakiti oleh pasangannya, hingga berpikir bahwa dirinya juga berhak melakukan perbuatan terlarang.

“Kita menormalisasi dosa, dinormalin karena merasa ‘Enggak apa-apa deh gue gini, orang gue diginiin kok, ya gue bolehlah’ jadi gitu. Menormalkan sesuatu yang sebenarnya tidak benar,” terang Gisel.

“Kita kan pasti punya alasan kenapa kita begini ya karena saya diginiin, tapi kalau kita balik lagi ke Tuhan, ya enggak bisa, kita diperlakukan tidak baik mesti merespons dengan baik,” imbuhnya.

Komitmen

Namun Gisel mengerti bahwa selama memiliki komitmen dan iman, maka perselingkuhan semestinya dapat dihindari. Dia berharap pengalaman ini dapat jadi pelajaran bagi orang lain.

“Intinya belajar, bisa belajar dari pengalaman orang lain, atau belajar dari yang kita obrolin hari ini. Tapi ada juga yang enggak bisa ngerti sampai mengalami sendiri, sampai jatuh, dan luka berdarah-darah sendiri,” tutupnya.

Macam-macam material fesyen berkelanjutan. (dok. Liputan6.com/Trie Yasni)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Artikel atau berita di atas tidak berkaitan dengan situasi apapun, diharapkan bijak dalam mempercayai atau memilih bacaan yang tepat. Terimakasih.